Minggu, 25 Agustus 2013

Kejurda Kempo Sultra, Kota Kendari Juara Umum

Kendari – Pelaksanaan selama 3 hari (23-25/8) Kejuaran Kempo Daerah Sulawesi Tenggara, telah berakhir dengan keluarnya Kota Kendari sebagai Juara Umum, disusul Kabupaten Muna, Kabupaten Buton, Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Bau-bau.
Kejuaran daerah ini merupakan salah satu bentuk pembinaan Kempo di Sulawesi Tenggara, “ kejuaraan ini selain bentuk pembinaan, juga untuk persiapan Porda yang akan diselenggarakan di Kabupaten Buton Utara tahun depan,” ujar Drs, Andi Nur Lappe selaku ketua panitia kejurda kali ini, kejuaraan mempertandingkan kelas Randori (perkelahian bebas) dimulai dari kelas 55 kg sampai dengan kelas 70 kg dan Embu (keindahan gerak), baik putra maupun putrid.
Peserta yang ikut berpartisipasi kali ini sebanyak 120 peserta, dari 12 Kabupaten/Kota Sulawesi Tenggara, minus Kabupaten Kolaka Utara “ untuk Kabupaten Kolut belum bisa ikut dikarenakan organisasinya belum dilantik, dan diharapkan segera sebelum Porda nanti,” ujar Drs, Mustakhuddin M.Pd, pengurus teras Persatuan Kempo Indonesia  Sultra yang juga angkatan murid pertama Kempo di Sultra.
Sejarah kempo sendiri di Sulawesi tenggara di mulai ketika tahun 1977 Impai Herman Arere Putra Kendari yang sekolah di salatiga pulang, sejak itu perekrutan murid dimulai termasuk murid awalnya Drs, Mustkhauddin M.Pd, sejak itu perkembangan Kempo di Sulawesi Tenggara di mulai, dan hingga sekarang setiap sekolah-sekolah maupun organisasi memiliki dojo (perguruan) Kempo.
Menurut Andi Nur, awalnya keberadaan Kempo bukan hanya tersebar di sekolah dan jajaran pemda, namun juga di Satpol dan instansi-instansi militer, “ saat ini kempo di instansi militer hanya berupa beladiri masing-masing kesatuan, namun jalinan silaturahmi tetap berjalan,” ujar Andi Nur, perjalanan murid-murid Kempo di berbagai kejuaraan cukup membanggakan, selain meraih Emas, perak dan perunggu pada PON, pernah juga meraih medali perak di kejuaraan Sea Games 2008 di Hanoy Thailand. (@jal_zz)

Sabtu, 24 Agustus 2013

Mari Elka: Wisata Pulau Buton Menarik & Lengkap

Mari Elka saat menerima gelar Waode di Buton, Sulawesi Tenggara (Foto: Mutya/Okezone)
BUTON - Seperti halnya destinasi lain di Indonesia bagian timur dan tengah, Pulau Buton di Sulawesi Tenggara terkenal dengan pantai-pantainya yang indah. Namun, bukan hanya itu yang dapat Anda lihat di Buton.

Sesungguhnya, Pulau Buton adalah destinasi wisata yang lengkap. Pengakuan tersebut bahkan terucap juga oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yang mengunjungi Buton, belum lama ini.

"Buton ini memang terkenal dengan terutama wisata baharinya, dengan marine biodiversity yang sudah sangat terkenal," ujar Mari saat jumpa pers di Bau-Bau, belum lama ini.

"Di Buton juga ada benteng besar yang merupakan bagian dari kesultanan. Ini bisa jadi wisata sejarah," tambahnya.

Selain itu, ada daya tarik wisata lain, seperti budaya dan kuliner. Etnis Buton pun menarik untuk dipelajari karena ada percampuran dari etnis Tiongkok.

"Semua ini bisa menjadi cerita yang menarik untuk dipromosikan pada wisatawan. Pokoknya, Buton itu lengkap," tukas Mari.

Dalam kunjungan pertama ke Buton, Mari menghadiri Pesta Adat Wabula di Pasarwajo, Bau-Bau. Dia melihat pertunjukan tari dan adat unik, seperti Pedole-dole, acara memandikan seribu balita dan Pekande-Kandea.

"Acara ini bukan hanya pesta rakyat, tapi juga bisa mengangkat pariwisata," ujar Mari.

Dia bahkan berjanji akan kembali lagi ke pulau ini karena tertarik dengan keragaman atraksi wisatanya, termasuk untuk diving. "Terutama kembali lagi untuk menyelam," tutupnya.

Kamis, 22 Agustus 2013

Tak Hanya Aspal, Buton Punya Benteng Terbesar di Indonesia

Mari dalam konferensi pers Festival Buton di Bandara Bau-bau (Shafa/detikTravel)
Bau-bau - Sedari dulu, Buton terkenal dengan penghasil aspal. Padahal, kabupaten di Sulawesi Tenggara ini kaya akan wisata bahari, sejarah dan kebudayaan. Bahkan, benteng terbesar di Indonesia ada di sana.

"Mungkin banyak orang yang tahu Buton, tapi belum banyak yang terlalu kenal," ujar Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam acara jumpa pers di Bandara Bau-bau, Sulawesi Tenggara, Rabu (21/8/2013).

Salah satu objek wisata yang sangat terkenal di sana adalah Benteng Keraton. Benteng yang tercatat MURI sebagai Benteng Terbesar di Indonesia ini tak pernah kesepian pengunjung.

"Bentengnya cantik sekali, temboknya keren," kata Mari.

Sulawesi Tenggara (Sultra) punya potensi wisata yang sangat besar, salah satunya, menurut Mari, Buton. Ada banyak titik wisata bahari yang bisa diolah. 3 Wisata bahari di sini yang utama adalah diving, snorkeling dan pesiar.

Selain wisata bahari tersebut, ada juga wisata kebudayaan dan sejarah. "Latar belakang sejarah yang unik dan beragam inilah yang membuat menarik," lanjut Mari.

Rencananya, Menparekraf akan menghubungkan wisata bahari di pulau sekitar. Seperti saat wisatawan melancong ke Wakatobi atau Bunaken, bisa menambahkan Buton ke dalam itinerary.

"Liburan jadi menarik jika beragam, jadi setelah puas menyelam, bisa menengok wisata sejarah dan budaya di sini," tutup Mari.

Minggu, 18 Agustus 2013

Adelana jadi Pembawa Baki, Kepsek Banjir Pujian

Presiden SBY yang bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi, Sabtu (17/8) menyerahkan duplikat Bendera Pusaka kepada Adelana Tesalonika R dari SMA 4 Kendari, Sulawesi Tenggara untuk dikibarkan oleh pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Foto: Cahyo
JAKARTA - Kepala SMA Negeri 4 Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Tryanto mengaku bangga dengan Adelana Tesalonika Riswantyo. Anak didiknya itu berhasil menyelesaikan tugasnya sebagai pembawa baki duplikat Bendera Pusaka pada  Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8).

"Ini kebanggaan yang luar biasa. Bisa menyempurnakan tugasnya. Dia (Adelana) memang siswi yang beprestasi di sekolah, sehingga lolos di tingkat nasional, masuk di kelompok delapan dan pasukan inti," kata Tryanto kepada JPNN di Jakarta, Sabtu (17/8).

Usai penaikan bendera di Istana, Tryanto mendapatkan ucapan selama dan pujian. Pujian itu datang dari koleganya setelah melihat siswi kelahiran 9 Juni 1997 di televisi yang disiarkan live.

"Saya banyak mendapat SMS (Short Message Service). Mereka mengucapkan selamat," katanya.

Tryanto berharap prestasi yang ditorehkan Adelana di tingkat nasional ini memompa semangat siswa lainnya. Sebab, untuk bisa masuk pasukan inti pada Paskibraka butuh kemampuan dan mental.

Dea -sapaan akrab Adelana Tesalonika Riswantyo- didampingi Mohammad Rayhan Akbar asal Jawa Barat dan Gilbert Karamoy asal Sulawesi Utara yang masing-masing bertindak sebagai pengerek dan pembentang bendera. Sementara komandan Upacara 17 Agustus kali ini dipercayakan kepada Kolonel Penerbang Ronald Lucas Siregar. (awa/jpnn)

Rabu, 07 Agustus 2013

'Baju Cakar' Pilihan Berlebaran Warga di Kendari

Tempo/Tony Hartawan
TEMPO.COKendari - Tak ada rotan akar pun jadi. Ya begitulah cara warga kota menyiasati harga berbagai kebutuhan hidup yang terus melambung tinggi, termasuk pakaian, tak menghalangi warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk merayakan lebaran dengan meriah.

Tak bisa berlebaran dengan baju baru, pakaian bekas yang akrab dikenal dengan "cakar" atau Cap Karung pun jadi pilihan untuk menyiasati keadaan. Tak heran jika beberapa pusat penjualan pakaian bekas Kendari jelang Lebaran disesaki warga yang berbelanja beragam kebutuhan pakaian seperti baju, celana, sepatu, sandal, dan pakaian lainnya.

Misalnya pusat penjualan pakaian bekas di Pasar Panjang, Wua-Wua . Pasar loak ini menjadi salah satu alternatif warga untuk berbelanja beragam kebutuhan hidup seperti pakaian, sepatu, sandal dan tas menjelang Lebaran.

Muhlis, salah satu warga Kendari mengaku, memilih berbelanja pakaian bekas untuk kebutuhan Lebaran karena harganya jauh lebih murah dibanding baju baru. Di pasar cakar ini, Muhlis membeli membeli baju koko, celana, dan pakaian lainnya.

"Kualitasnya barang bermerek jadi salah satu alasan saya memilih cakar untuk kebutuhan pakaian Lebaran. Di sini ada beragam kebutuhan, termasuk baju koko dan kopiah bisa dibeli dengan harga murah," kata Muhlis.

Muhlis mengaku hanya dengan membawa uang Rp 300.000, ia sudah bisa berbelanja kebutuhan pakaian untuk dirinya dan anak-anaknya.

Sejumlah pedagang pakaian bekas di lokasi ini pun mengaku panen untung hingga 70 persen lebih dibanding hari biasa. Linda , salah satu pedagang "cakar" di lokasi ini mengatakan, lonjakan permintaan "cakar" atau pakaian bekas anak-anak, remaja dan dewasa terjadi sejak dua pekan menjelang Lebaran. Pembelinya pun menurut Linda bukan hanya dai kalangan warga biasa saja namun banyak juga dari kalangan orang mampu alias berduit .

"Saya lihat ada yang datang bawa mobil mewah ekhh taunya cari juga pakain bekas. Mereka suka cari yang merek terkenal kalau beruntung bisa dapat," terangnya.

Lanjut Linda untuk berbelanja pakaian bekas pembeli sebaiknya benar-benar teliti, setiap sela pakaian harus di cermati. Hal ini untuk menghindari saat membeli pakaian robek atau usang. "Maklum namanya saja kan pakain bekas kalau tidak cermat nanti malah salah membeli dan yang ada pakaian yang dipilih malah ada yang robek," Paparnya.

Di Kota Kendari pusat penjulan "cakar" yang tergolong lengkap dengan beragam pilihan pakaian seperti sepatu dan sandal bermerek, aneka tas, baju, celana, mainan anak-anak, sampai dasi berkelas antara lain dijual di lokasi Pasar Kota, Pasar Lawata, Pasar Panjang Wua-wua, dan Pasar Talia.

Para pedagang "cakar" memperkirakan lonjakan permintaan pakaian bekas masih akan terus berlangsung hingga H -1 Lebaran. Untuk menghadapi tingginya permintaan pakaian bekas, sejumlah pedagang memasok belasan bahkan puluhan bal "cakar" untuk memenuhi permintaan warga menjelang Lebaran.

Rosniawanty Fikry

1.700 Polisi Amankan Arus Mudik di Sultra

KENDARI, KOMPAS.com – Sebanyak 1.700 personel dari kepolisian daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) diturunkan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah. Ribuan anggota polisi tersebut akan melakukan pengamanan arus mudik mulai H-7 sampai H+8 dalam “Operasi Ketupat”. 

Menurut Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Abdul Karim Samandi, anggota polisi akan ditempatkan di titik yang dianggap rawan, termasuk di tempat berkumpulnya masyarakat. “Pengamanan di jalan poros lintas kabupaten dan provinsi yang akan dilalui para pemudik, terminal, pelabuhan penyeberangan, bandara,” ungkapnya usai gelar pasukan di eks MTQ, Kendari, Kamis (1/8/2013). 

Selain itu, kata Karim, polisi juga memusatkan perhatian pada pengamanan pusat perbelanjaan, rumah-rumah yang ditinggalkan mudik oleh penghuninya dan obyek wisata. 

Dalam pengamanan terpadu itu, lanjut Karim, Polda Sultra mendirikan 60 pos. “Pos itu sebagai tempat pengaduan masyarakat atau pemudik yang mengalami hambatan di jalan,” terang Karim. 

Sabtu, 27 Juli 2013

Segelintir pesona Pulau Muna

Pulau Muna merupakan salah satu pulau yang cukup menarik di Sulawesi Tenggara. Dengan kondisi pulau yang tersusun oleh batuan karst, membuat Pulau Muna menjadi pulau yang tampak keras karena di beberapa tempat memiliki kondisi lingkungan yang kering dan tandus.
Namun di beberapa lokasi, Pulau Muna menawarkan pesonanya tersendiri. Kalau kita mengunjungi Desa Oempu, Walengkabola, disana kita akan disuguhkan oleh pemandangan pantai yang indah dan keramahan penduduk meskipun untuk mencapai desa ini kita harus melalui daerah yang cukup gersang hanya ditutup oleh semak.
Memasuki desa, rumah-rumah panggung berjejer sepanjang jalan dengan pagar batu. Di suatu tempat, tampak penduduk membawa jerigen, alat mandi atau pun gerobak pembawa air. Di tempat itu, ternyata terdapat mata air di sebuah gua yang digunakan oleh penduduk untuk mandi dan cuci.
Gua dengan mata air berair tawar ini sangat menarik karena tersebar di beberapa tempat di Desa Oempu, Walengkabola, sehingga penduduk tidak hanya bergantung pada satu gua melainkan ada lebih dari tiga diluar sumur-sumur kecil yang digunakan untuk tempat mengambil air minum.
Selain gua dengan mata air, Desa Oempu, Walengkabola juga memiliki danau-danau karst yang berwarna biru. Di salah satu danau, dgunakan sebagai tempat wisata, dimana setiap musim liburan sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat dari luar Walengkabola. Danau yang berair payau ini digunakan juga untuk memelihara penyu. Konon, danau-danau ini dihubungkan oleh sebuah gua yang terhubung ke laut.
Begitu juga gua-gua yang memiliki mata air juga berhubungan dengan laut melalui sebuah gua yang baru sedikit yang telah di eksplorasi oleh cave diver dari Perancis, Australia dan Spanyol.
Desa Oempu, Walengkabola juga menawarkan pantai berpasir putih yang cukup indah dengan beberapa pohon kelapa yang  melambai-lambai. Di salah satu sudut desa juga sudah dibuat semacam gazebo untuk menikmati pemandangan pantai indah dan di seberah nampak Pulau Buton.
Jauh dari Desa Oempu, terdapat juga danau karst yang mudah dicapai dari Raha menuju Danau Napabale. Danau ini menawarkan juga keindahan danau karst yang sekaligus juga dapat menyewa perahu untuk mengarungi danau.
Selain dengan keindahan alam, Pulau Muna juga memiliki potensi masyarakat dengan kerajinan tangannya yaitu tenun sarung. Di salah satu desa, di setiap rumah ada perempuan muda yang sedang menenun di bawah rumah panggungnya.
Konon, sarung-sarung dari Muna ini banyak dikirim ke beberapa daerah. Waktu itu, saya sempat beli sarung hasil tenun tangan ini dengan harga yang cukup murah. Mungkin harga akan lebih mahal di pasar-pasar di luar Pulau Muna.

Investor Rencana Buka Pabrik Semen di Muna

SULTRA (Raha) - Kabupaten Muna kini menjadi daerah yang mulai dilirik investor untuk mengelola potensi sumber daya alam di wilayah tersebut. Setelah PT. Wahana Surya Agro yang mengelola perkebunan tebu dan membangun pabrik gula serta PT Sele Raya Jakarta yang berinvestasi di Hutan Tanaman Industri, maka kini ada PT. Tridayamas Sinar Pusaka Jakarta yang hendak mengelola batu kapur (gamping) serta pasir kursa untuk bahan baku semen.
    
Kemarin, manajemen dari PT. Tridayamas melakukan pertemuan dengan Sekrektaris Kabupaten Muna, Nurdin Pamone serta beberapa pimpinan SKPD untuk menyampaikan niat berinvestasi. Kadis Pertambangan dan Energi Muna, Hadi Rianse mengungkapkan potensi sumber daya untuk mendukung pendirian pabrik semen di Muna. Kata dia, untuk bahan baku gamping dan batu kapur penyebarannya ada di Kecamatan Tongkuno dan Tongkuno Selatan dengan luas lahan sekitar 10 ribu hektar. Untuk pasir kursa, letaknya ada di Kecamatan Tikep wilayah Muna Barat, dengan sebaran 2000 hektar. "Kita sudah melakukan survey dan potensi ini sudah diakui secara nasional," katanya. 
    
Sementara itu Sekab Muna, Nurdin Pamone mengatakan, pemerintah daerah tentu saja sangat mendukung masuknya investasi di otorita mereka sepanjang itu pro rakyat. "Pemkab sadar untuk membangun Muna, tidak cukup dengan mengandalkan sumber anggaran dari pemerintah. Butuh dukungan dari pihak ketiga," terangnya. Mantan Asisten III Setkab Muna itu mengatakan, pihaknya juga tak lantas menyetujui semua niat investasi yang masuk agar tidak terjadi tumpang tindih izin. 
    
Direktur PT. Tridayamas, Budi Hartanto mengatakan, investasi semen saat ini menjadi investasi strategis dan membutuhkan waktu panjang. Untuk tahap awal, pihaknya masih akan melakukan survey lokasi dan kualitas kandungan material. "Kita akan melibatkan lembaga riset untuk melakukan survey dan pemetaan lahan. Prosesnya bertahap dan berkesinambungan karena ini investasi besar," ujarnya. Ia meminta dukungan Pemkab  untuk menyiapkan infrastruktur jalan, solar dan listrik. Tanpa itu semua akan sulit membangun pabrik semen di Muna. "Paling penting ketersediaan listrik dan solar. Kalau itu tidak mencukupi, kita hanya akan menjual materialnya saja keluar," katanya. Ia juga berjanji bila melakukan eksploitasi nanti akan memperhatikan kelestarian lingkungan. Dampak lingkungan pasti ada, tapi perusahaan akan minimalisir agar tidak melewati ambang batas. 

Sumber: kendari pos

Rabu, 24 Juli 2013

Menggali Potensi Kain Tenun Buton

Kain tenun Buton potensial untuk dieksplorasi, dan mayoritas perajinnya adalah perempuan.
KOMPAS.com - Eksplorasi kain tradisi dari berbagai daerah di Indonesia mulai mendapat perhatian sejumlah desainer. Setelah tenun Bali dan Lombok, kali ini perhatian besar sepertinya sedang mengarah pada tenun Buton, asal Sulawesi Tenggara.

Perancang Ian Adrian adalah salah satu yang memutuskan bergelut dengan kain tenun bersejarah ini. Katanya, dia sedang mempersiapkan koleksi terbaru yang akan diperagakan pada gelaran Jakarta Fashion Week mendatang dengan ragam kain tenun dari Buton. Apa yang membuat tenun Buton menarik? Apa kelebihannya?

Ian menuturkan bahwa kain tenun Buton punya sejarah yang panjang. Dulu, kain tenun ini dikenal juga sebagai bahan utama pembuatan uang kampua, yang dipakai untuk pembayaran. Ini merupakan satu satu yang pernah beredar di Indonesia.

Kemudian dari warna, tenun Buton cenderung berwarna cerah, dari merah, biru, kuning, hijau, atau kuning. Ini merupakan cerminan dari kehidupan sosial masyarakat Buton sendiri yang ingin menyampaikan keceriaan, jauh dari kesusahan. Faktor lain, kata Ian, adalah bagaimana tenun menjadi perekat sosial dan kerap dipakai oleh masyarakat setempat untuk upacara adat.

“Saat melihat kain ini, saya seperti terpanggil untuk mencoba mengeksplorasi lebih jauh, kain tradisi ini mestinya mendapat tempat dan perhatian banyak dari khalayak ramai,” ujarnya menambahkan.

Perancang yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini mengaku menemukan motif kain tenun Buton yang menarik, didominasi oleh dua motif, yakni vertikal dan horizontal. Konon, motif ini mencerminkan hubungan dengan sang Pencipta dan hubungan dengan sesama manusia.

Cikal bakal motif tenun Buton memang beranjak dari apa yang ada di sekitar masyarakat, dari alamnya yang damai, hingga apa yang mereka yakini. Motif-motif yang ada lalu dikembangkan dengan penambahan ragam hias yang diambil Ian dari apa yang ada di sekitar Buton. Seperti motif hiasan di atap rumah, dekorasi interior, hingga perlengkapan upacara adat. Sebagai negara kepulauan, Buton juga punya kekayaan alam dan tradisi yang beragam.

“Dalam proses pengembangannya, saya juga melihat bahwa perajin tenun dari Buton mayoritas adalah perempuan, mereka bahkan sejak masih remaja sudah menenun,” ungkapnya.

Proses menenun dikerjakan dengan manual tangan dan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Perbedaannya nanti akan terlihat pada ukuran, sementara motif dan warna rata-rata masih akan sama.

“Selain untuk upacara adat, kain tenun ini potensial juga untuk diangkat menjadi busana siap pakai, gaun malam, hingga cocktail dress. Saya lagi coba kembangkan ke arah ini,” ujarnya.

Dalam pengembangannya, ia menambahkan ornamen-ornamen ke dalam motif tenun yang ada, seperti variasi ragam hias akepondai (daun berdampingan), balung ayampaluala, akeraba (biola),akemakulana (lipan), dan lain-lainnya. Pengembangan motif tenun ini diakui Ian punya tanggung jawab moril, dengan berdialog dulu dengan tetua dan budayawan setempat, sejauh mana motif dan kain itu bisa dikembangkan sehingga tidak melanggar pakem.

Selain itu, ia juga mendapat dukungan dari Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun; dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Buton, Elianthie Umar Samiun. Keduanya, menurut Ian, membuatnya lebih leluasa menggali potensi kain tenun dari daerah tersebut.

Ian mengaku optimistis kain tenun Buton akan menjadi incaran dan diminati banyak orang di kemudian hari. Apalagi setelah eksplorasinya ke dalam bentuk desain dan atau rancangan yang berbeda. Ketika kain tenun Buton dicari, maka kata dia, perempuan-perempuan perajin tenun Buton juga akan lebih merasa tertantang untuk berbuat lebih banyak.

Ian berencana memamerkan koleksi kain tenun Buton pada event JFW mendatang dan show tunggal di bulan Desember 2013.
Editor :
Felicitas Harmandini

Selasa, 23 Juli 2013

Lewat Busana, Ian Adrian Mengangkat Keindahan Buton

Ian Adrian (Liputan6.com/Rommy Ramadhan)
Liputan6.com, Jakarta : Ternyata Pulau Buton tak hanya menghasilkan aspal yang sudah dikenal sejak dulu kala. Kabupaten yang masuk dalam provinsi Sulawesi Tenggara ini, juga memiliki keindahan pantai yang sangat eksotik.
"Buton punya mutiara yang sangat indah dan unik, bentuknya gepeng. Buton juga memiliki kain tenun yang khas," kata perancang busana Ian Adrian, ketika ditemui beberapa waktu lalu di Senayan City, Jakarta. "Tapi sayang, tak banyak orang yang tahu semua potensi yang ada di Buton," ujarnya sedih.
Nah, untuk mengangkat semua potensi tersebut, rencananya Ian Adrian akan menggelar pagelaran busana di Pulau Buton. "Saya akan menggunakan kain tenun khas Buton untuk rancangan saya ini. Saya juga akan membuat aksesoriesnya dari mutiara yang budidayakan di Buton," ungkap Ian Adrian bersemangat.
Untuk mewujudkan show tunggalnya tersebut, Ian didukung penuh oleh Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun, SH. "Alhamdulillah, Bupati sangat mendukung rencana ini. Saya juga berharap bisa mengangkat tenunan Buton. Selama ini Buton hanya dikenal aspalnya. Tapi sebenarnya Buton memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Saya saja betah berada di Buton," papar Ian yang sering mondar-mandir ke Buton.
Untuk mewujudkan proyek besarnya tersebut, Ian Adrian melibatkan para pengrajin di Pulau Buton. "Di sana banyak pengrajin tenun. Semuanya akan terlibat dalam pagelaran busana ini. Saat ini masih dalam proses pengerjaan. Insya Allah Desember nanti pagelarannya," jelas Ian. Ia juga akan memboyong top model Indonesia dan sejumlah artis untuk tampil dalam pagelaran busananya tersebut.
Ada sebuah cita-cita yang ingin Ian Adrian capai lewat pagelarannya kali ini. "Saya ingin mengangkat semua potensi alam dan wisata yang ada di Buton lewat rancangan busana saya. Biar dunia tahu, kalau Buton itu sangat indah dan sangat perlu untuk dikunjungi," tegasnya.(Rom)

Senin, 22 Juli 2013

Tiga Wilayah Jadi Kawasan Hijau

KENDARINEWS.COM (Pasarwajo): Kementerian Pekerjaan Umum RI menjadikan Dongkala, Kondowa dan Wagola sebagai kawasan hijau. Untuk mewujudkan rencana yang masuk dalam kawasan Kota Pasarwajo itu, pihak PU pusat akan mengucurkan dana sebesar Rp 5 miliar. Pembangunan kawasan hijau tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan penataan bangunan dan lingkungan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang dan menciptakan zona tertata, berkelanjutan, berkualitas serta menambah vitalitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
"Pasarwajo memiliki posisi dan letak geografis yang sangat strategis karena merupakan kota penghubung wilayah Baubau, Buton Utara dan Wakatobi. Selain itu, memilki potensi perikanan dan kelautan bernilai ekspor, serta terumbu karang dan taman bawah laut yang berpotensi untuk pariwisata," terang Konsultan Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian PU, Ahmad Gunawan, akhir pekan lalu. Menurunya, kawasan Pasarwajo yang meliputi Dongkala, Kondowa dan Wagola tersebut akan dibangun beberapa fasilitas umum seperti drainase, jalan lingkungan, pembangunan ruang terbuka publik, gazebo, lampu taman, kios pedagang semi permanen, gerbang kawasan, rehablitasi bangunan adat milik umum hingga taman bermain.
  
"Kawasan hijau tersebut juga untuk mendukung Takawa sebagai kawasan pusat pelayanan pemerintahan yang megah. Alangkah bagusnya jika wilayah megah tersebut didukung dengan kawasan hijau," sambungnya. Sekretaris kabupaten Buton, Zuhuddin Kasim, mengungkapkan penataan wilayah dengan kajian yang dilakukan secara konstruktif merupakan langkah maju untuk pengembangan ibu kota Pasarwajo. "Apalagi kawasan hijau tersebut nantinya dilengkapi dengan taman bermain serta zona-zona yang didesain dengan perencanaan matang," apresiasi mantan Kadis Kesehatan Buton itu. (sam/KP)
- See more at: http://www.kendarinews.com/2013/index.php?option=com_content&task=view&id=4440&Itemid=434#sthash.Dv9mMJ9S.dpuf

Rabu, 10 Juli 2013

Sultra Dapat Rp 62,8 M Program PNPM

KENDARINEWS.COM (Jakarta): Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali keciprat anggaran sebesar Rp62,8 miliar dalam anggaran PNPM Mandiri Perkotaan yang dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2013. Program ini merupakan salah satu mekanisme pemberdayaan masyarakat melalui PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja diwilayah perkotaan.
Berdasarkan beberapa rincian program Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, untuk lokasi sasaran SPAM MBR, terdapat di 14 Kabupaten/Kota di Sultra dengan anggaran 20,2 milyar kemudian untuk lokasi sasaran SPAM IKK, hanya dijatah untuk 1 Kabupaten/Kota dengan anggaran Rp4,1 miliar. Bukan hanya itu, terdapat program SPAM Perdesaan, dimana Sultra terkafer 10 Kabupaten/Kota, dengan sasaran 10 Desa anggarannya Rp 27,2 miliar.     Kemudian, pada lokasi program sasaran SPAM Khusus Kawasan PPI, Sultra kebagian lima Kabupaten/Kota dengan alokasi Rp11,2 miliar.
PNPM Mandiri merupakan program khusus infrastruktur dasar tahun 2013, melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya.
  
Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum (P4-IPU) dianggarkan Kementerian PU total Rp7,25 Trilliun, dengan tiga program khusus yaitu Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Permukiman (P4-IP), Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (P4-SPAM), dan Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (P4-ISDA).
  
Wakil Ketua Banggar DPR RI, Tamsil Linrung mengungkapkan, program ini diberikan kepada pemerintah provinsi dalam upaya peningkatan sumber daya masyarakat, seperti tersedianya lapangan kerja dan perbaikan infrastruktur. Bantuan pemerintah pusat ini merupakan program nasional.
"Ini kebijakan pemerintah yang pro rakyat, guna meningkatkan kesejahteraan dan perbaikan infrastruktur di daerah dan kami di DPR selalu mengawalnya," ucapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa (9/7).
  
Dalam rapat dengar pendapat Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, disepakati bahwa jumlah penerimaan manfaat secara keseluruhan sebanyak 3,6 juta jiwa dengan 900 ribu kepala keluarga (KK). Model pembiayaan program ini adalah Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) atau fisik. Jenis bantuan fisiknya seperti pembangunan infrastruktur dasar antara lain jalan lingkungan, perahu, air minum dan sanitasi.
  
Salah satu program P4-IP untuk mendukung pemberdayaan masyarakat perkotaan adalah PNPM Mandiri Perkotaan. Usulan Dirjen Cipta Karya Kementerian PU ke Komisi V DPR, kemudian di rumuskan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR, disetujui jumlah anggaran PNPM Mandiri Perkotaan juga adalah Proyek Penanggulanan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) APBN Perubahan dengan total dana Rp460,8 Miliar untuk 1.800 kelurahan di seluruh Indonesia.(cr1/KP)

Minggu, 07 Juli 2013

Pemekaran Muna Barat Final Pekan Depan

KENDARINEWS.COM (Raha) - Meski belum menerima undangan pemekaran dari Komisi II DPR RI, namun Ketua DPRD Kabupaten Muna Uking Djaassa, SH yakin jika pekan depan sidang pemekaran Muna Barat di DPR RI akan mulus. Pasalnya sudah tidak ada satupun hambatan bagi DPR RI, untuk menyetujui pemekaran Kabupaten Muna Barat.
" Beberapa waktu lalu kita masih terhambat karena ada sisa utang dana hibah Kabupaten Muna ke Kabupaten Butur sebesar Rp 3 miliar. Tapi sekarang kita sudah lunasi. Jadi tidak ada lagi hambatan bagi DPR RI khususnya komisi II untuk menyutujui pemekaran Muna Barat," terang Uking Dajssa,SH kepada KendariNews.Com, Jumat (5/7/2013).

Uking menjelaskan, rencananya pekan depan Komisi II DPR RI akan kembali menggelar sidang terkait pemekaran Kabupaten Muna Barat.

" Kalau tidak ada halangan tanggal 9 Juli 2013, sidang pemekaran Muna Barat akan digelar di DPR RI. Saya optimis, pekan depan Muna Barat akan disetujui menjadi salah satu DOB di Sultra," pungkas legislatoar asal Partai Golkar ini.



Editor: Taya
Reporter: Fitri

Rabu, 12 Juni 2013

Kota Kendari Kembali Terima Piala Adipura

KENDARINEWS.COM: Untuk kesekian kalinya Pemerintah Kota Kendari mendapatkan Piala Adipura. Penerimaan Piala Adipura tahun 2013 merupakan hasil penilian pada tahun 2012 lalu, dengan penerimaan di tahun ini maka Kota Kendari telah berhasil mendapatkan Adipura sebanyak lima kali berturut-turut. 

Kapala Bagian Humas (Kabag) Humas Kota Kendari, Trikora Irianto, mengatakan bahwa perolehan Piala Adipura yang didapatkan oleh pemerintah kali ini tidak luput dari kerja sama yang dilakukan oleh masyarakat Kota Kendari. 

"Secara langsung Walikota Kendari, Asrun, menerima Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup,  Prof. Balthasar Kambuaya, di Jakarta pada Senin, 10 Juni, penerimaan Piala Adipura kita ini merupakan kerja sama yang dilakukan oleh masyarakat," kata Trikora, Selasa (11/6/2013).
 

Dengan perolehan tersebut membuktikan bahwa selama ini Kota Kendari berhasil menjadi contoh bagi Kabupaten/kota lainnya yang ada di Sultra.
 

"Sebagai Ibu Kota Provinsi Sultra, Kota Kendari harus bisa menjadi contoh, dengan mendapatkan Piala Adipura kelima kalinya, kita bisa membuktikan bahwa slogan kota kita yang selama ini terkenal sebagai kota bertakwa didukung pula dengan kebersihan kota yang selalu terjaga hingga saat ini," tukasnya.
 

Untuk itu, Piala Adipura yang didapat oleh pemerintah saat ini merupakan persembahan untuk masyarakat Kota Kendari yang selama ini telah mendukung program pemerintah.
 (lina)

Senin, 29 April 2013

Aksi Terjun Payung Meriahkan HUT Sultra





































FOTO: SITTI HARLINA/KENDARINEWS.COM

KENDARINEWS.COM: Aksi terjun payung yang melibatkan sebanyak 47 personil penerjun ikut mengambil bagian dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang ke-49, Sabtu (27/4/2013). 
Penerjun payung masing-masing membawa bendera kabupaten/kota yang ada di Sultra. Selain itu, penerjun juga membawa panji-panji angkatan dan petaka, baik kopasus maupun Polda Sultra.

Kasubsi Pembinaan Potensi DIrgantara Lanud Wolter Monginsidi Kendari, Asnin. S., mengatakan bahwa demo udara yang dilakukan hari itu sebagai salah satu rangkaian untuk memeriahkan HUT Sultra ke-49.

"Penampilan yang dibawakan oleh penerjun kami hari ini memang sengaja ditampilkan, dalam demo udara yang dilakukan dibagi menjadi empat run," katanya.

Pesawat yang digunakan para penerjun kata Asnim yakni dengan menggunakan Pesawat Hercules. Adapun atraksi lain yang ditampilkan yakni upaya penyelematan yang dilakukan TNI untuk menyelamatkan tawanan yang disandra oleh teroris.

"Aksi lain yang kami tampilkan yakni upaya penyelamatan dengan menggunakan Helikopter Super Puma Nas-332, upaya penyelamatan tersebut berhasil dilakukan berkat kerja sama TNI dan pihak pemerintah," tukasnya. (lina)

Rabu, 12 Desember 2012

Benteng Wolio Tetap Jadi Daya Tarik Buton

BENTENG Wolio dengan struktur batu karang dan campuran putih telur terlhat kokoh
BUTON, (PRLM).- Berkunjung ke Buton, Sulawesi Tenggara, akan terasa hambar kalau tidak mampir ke Benteng Wolio (Keraton Buton). Benteng yang dibangun oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji (bergelar Sultan Kaimuddin) pada abad 16 itu banyak menawarkan keunikan. Sejarah awalnya, bangunan tersebut hanya sebagai pagar pembatas komplek istana Keraton Buton. Namun, dalam perkembangannya, pagar pembatas itu menjadi benteng pertahanan wilayah Buton dari serangan-serangan musuh dari luar.

Selama ini Benteng Wolio tetap menjadi daya tarik andalan wisata Buton, di samping wisata bahari, wisata alam, dan wisata kuliner. Benteng Wolio juga makin dikenal setelah mendapat  pengakuan dari Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia) dan  Guiness Book Record sebagai benteng terluas di dunia dengan luas 23,375 hektare.

Kepala Bidang Informasi Publik, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ir. Glory Hastanto, M.T. mengatakan, konstruksi bangunan Benteng Wolio sangat berbeda dengan bangunan sejenis di belahan bumi lainnya. Benteng Wolio yang memiliki ketinggian rata-rata 4 meter dan ketebalan 2 meter hanya tersusun dari batu-batu gunung yang menggunakan perekat berupa adonan kapur dicampur cairan putih telur dan agar-agar (rumput laut).

"Walaupun pembangunannya terkesan sederhana, namun kekuatan Benteng Wolio tidak perlu diragukan lagi. Benteng tersebut berdiri kokoh di atas bukit sepanjang kurang lebih 3 kilometer. Letaknya yang di atas bukit, memungkinkan benteng ini sangat strategis untuk pengawasan apa yang akan terjadi di luar istana," ujar Glory.

Seperti bangunan-bangunan peninggalan sejarah lainnya, bentuk Benteng Wolio mengandung makna. Bukan suatu ketidaksengajaan kalau Benteng Wolio memiliki 12 pintu masuk/gerbang (lawa). Justru jumlah pintu masuk itu sudah dirancang dengan melambangkan 12 lubang yang ada pada tubuh manusia. Lubang yang dimaksud, yakni dua lubang mata, dua lubang hidung, dua lubang  telinga, satu lubang anus, satu lubang mulut, satu lubang kecing, satu saluran sperma, satu lubang pusat, dan satu lobang keringat atau pori-pori. Lubang-lubang itu sangat vital, sehingga kalau tidak terjaga akan mendatangkan malapetaka.

Selain memiliki 12 lawa, unsur lain Benteng Wolio, yakni badili (meriam) dan baluara (emplasemen meriam). Untuk 12 lawa, masing-masing punya nama yaitu : lawa rakia, lawa lanto, lawa labunta, lawa kampebuni, lawa waborobo, lawa dete, lawa kalau, lawa wajo/bariya, lawa burukene/tanailandu, lawa melai/baau, lawa lantongau dan lawa gundu-gundu.

Pada masa kejayaan pemerintahan Kesultanan Buton, keberadan Benteng Keraton Wolio memberi pengaruh besar terhadap eksistensi kerajaan. Dalam kurun waktu lebih dari empat abad, Kesultanan Buton bisa bertahan dan terhindar dari ancaman musuh.

Bahkan bangunan-bangunan yang berada dalam kawasan benteng turut terpelihara dalam kurun waktu yang lama.  Seperti bangunan masjid tua, rumah adat, hingga tiang bendera, usianya mencapai ratusan tahun. Masjid tua tersebut samapi sekarang masih digunakan. Tempat ibadah itu dibangun  pada masa pemerintahan Sultan Buton III La Sangaji Sultan Kaimuddin atau dikenal dengan julukan ‘Sangia Makengkuna’ yang memegang takhta antara tahun 1591-1597.

Benteng Keraton Wolio memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga (bastion). Tiap pintu gerbang (lawa) dan bastion dikawal empat sampai enam meriam. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri.

Sementara tokoh masyarakat, Ade Muftin mengungkapkan, di  dalam benteng Keraton Wolio itu banyak yang menarik. Di sana ada batu Wolio, batu popaua, masjid agung, makam Sultan Murhum (Sultan Buton pertama), Istana Badia, dan meriam-meriam kuno. Batu Wolio adalah sebuah batu biasa berwarna gelap. Besarnya kurang lebih sama dengan seekor lembu sedang duduk berkubang. Konon, di sekitar batu inilah rakyat setempat menemukan seorang putri jelita bernama Wakaa-Kaa yang dikatakan berasal dari Cina.

Pewaris keturunan dari para keluarga bangsawan Keraton Buton masa lalu sampai sekarang masih menempati kawasan dalam benteng. Lokasi itu dikenal sebagai perkampungan adat asli Buton dengan rumah-rumah tua yang tetap terpelihara hingga saat ini. "Masyarakat yang bermukim di kawasan benteng ini juga masih menerapkan budaya asli yang dikemas dalam beragam tampilan seni budaya yang kerap dipentaskan pada upacara upacara adat," ujar Ade.

Walau cukup dikenal, menurut Ade, pemerintah daerah setempat tetap harus gencar melakukan promosi agar wisatawan senang  berkunjung ke Buton. Pelayanan terhadap wisatawan pun jangan sampai terlupakan. Sekali wisatawan kecewa, makan akan memberikan dampak buruk. Masih banyak yang perlu mendapat perbaikan, seperti infrastruktur jalan, atau hal-hal kecil seperti memperbanyak tempat kuliner khas daerah setempat. "Dengan pelayanan yang optimal bisa membuat wisatawan betah berlama-lama di Buton," kata Ade.(A-147)***

SUMBER : http://www.pikiran-rakyat.com/node/214607

Kamis, 06 Desember 2012

LA KILAPONTO RAJA MUNA YANG MENJADI RAJA DI LIMA KERAJAAN BESAR DI WAKTU YANG BERSAMAAN


Lakilaponto Raja Muna VII 1538- 1541M ), adalah manusia yang fenomenal. Dia memimiliki kesaktian yang tinggi, ahli strategi perang, piawai dalam berdiplomasi serta pakar ketata negaraan. Karena kepiawaiannya tersebut LA KILAPONTO pernah memimpin lima kerajaan besar dalam waktu bersamaan, hal ini dijelaskan dalam dokumen koleksi Belanda Adapun tatkala Murhum menjadi raja di Negeri Buton ini, tatkala dikaruniai Murhum, maka menjadilah sekalian Negeri, karena ia raja La Kilaponto membawahi negeri yang besar yaitu Buton dan Wuna, jadi ikut sekalian negeri seperti kaledupa dialihkan, Mekonggo dialihkan, dan kabaena di Alihkan. Maka sekalian negeri pun dialihkan oleh Murhum ( Koleksi Belanda, hal 1 ). Karena itulah LA KILAPONTO dikalangan masyarakat muna di beri gelar mepokonduaghono Adhati artinya orang yang menggabungkan adat
Merujuk dari naskah diatas berarti LA KILAPONTO Pernah menjadi raja di Kerajaan Muna, Konawe, Mekongga, Kaledupa dan di Buton. Namun dari semua kerajaan tersebut hanya di kerjaan Buton LA KILAPONTO memerintah cukup lama yaitu 46 tahun ( 1538 1584 M ). Di kerajaan Muna LA KILAPONTO menjadi raja kurang lebih 3 tahun ( 1538 1541 M ), setelah itu dilanjutkan oleh adiknya LA POSASU sebagai Raja Muna VIII. Sedangkan di kerajaan-kerajaan lainnya tidak ada catatan sejarah yang mengungkapkan berapa lama LA KILAPONTO menjadi Raja di kerajaan tersebut serta bagaiman proses penyerahan kekuasaan pasca LA KILAPONTO.
LA KILAPONTO menjadi Raja pada kerajaan kerajaan itu bukan karena invasi, tetapi karena kharisma beliau atau penghargaan karena berhasil melakukan sesuatu yang besar dinegeri tersebut. Hal ini dapat dilihat setelah beliau menjadi Penguasa di negeri itu dia tidak berusaha untuk menjadikan negeri itu sebagai koloni atau bagiandari Kerajaan Muna, tetapi membiarkan tetap merdeka dan Berdaulat. Padahal bila mau LA KILAPONTO dapat saja menggabung kerajaan-kerajaan tersebut dibawah kerajaan Muna karena sebagai raja dia punya kekuasaan yang besar.
Sebagai seorang raja di Lima Kerajaan besar LA KILAPONTO tentu saja memiliki kemampuan yang lebih dari yang lainnya. LA KILAPONTO dikenal mewarisi ilmu yang diturunkan oleh ayahandanya SUGI MANURU di bidang Tata Negara, diplomasi dan strategi perang. Potensi yang dimiliki LA KILAPONTO tersebut telah dilihat oleh ayahandanya SUGI MANURU. Olehnya itu sebelum dinobatkan menjadi Raja Muna LA KILAPONTO ditugaskan untuk melaksanakan misi diplomasi dibeberapa kerajaan seperti Todore, Ternate, Banggai dan Luwu. ( Lakimi; Sejarah Muna, Jaya Press Raha). Misi diplomatik yang dilakukan LA KILAPONTO sangat sukses, sebab beliau dapat meyakinkan kerajaan-kerajaan yang dikunjunginya untuk menjalin kerja sama dengan kerajaan Muna. Hal ini dibuktikan setelah kunjungan diplomatik tersebut sudah tidak ada lagi gangguan keamanan dan kedaulatan Kerajaan Muna yang datang dari kerajaan-kerajaan tersebut.
Kepakaran LA KILAPONTO dalam bidang ketatanegaraan dapat dilihat saat beliau menjaddi penguasa di suatu negeri. Selain Hal ini dapat dilihat pada saat ,menjadi Raja di suatu kerajaan beliau melakukan penataan sisten ketata negaraan Kerajaan tersebut. Beliau juga menanamkan falsafa atau nilai-nilai dasar dalam kehidupanberbangsa dan bernegara seperti yang diajarkan oleh SUGI MANURU yaitu ;
Pobini-biniti kuli, ( saling tengang rasa )
Poangka-angka tau, ( Saling harga-menghargai )
Poma-masigho, ( Saling sayang- menyayangi )
Poadha-adhati. (Saling menghormati )
Keempat prinsip dasar diatas wajib dipahami dan dijalankan oleh setiap warga kerajaan dalam hal ini termasuk juga Raja dan aparat kerajaan lainnya.
LA KILAPONTO juga menyebar luaskan konstitusi Negara kerajaan Muna pada kerjaan-kerajaan yang dipimpinnya Yaitu :
Hansuru hansuru badha Sumano kono hansuru liwu ( Biarlah badan binasa asal Negara tetap berdiri ).
Hansuru-hansuru Liwu Sumano kono hansuru Ahdati ( kalaupun Negara harus bubar adat tetap harus dipertahankan ).
Hansuru-hansuru Adhati sumano Tangka Agama ( Kalupun adat tidak bisa lagi dipertahankan, agama harus tetap ditegakkan ).
Falsafah dasar dan Konstitusi kerajaan Muna yang telah di ajarkan oleh Ayahandanya Raja Muna VI Sugi Manuru kemudian disebar luaskan pada kerajaan-kerajaan yang pernah dipimpin oleh LA KILAPONTO. Tentu saja falsafa dasar dan konstitusi tersebut diadaptasi dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyrakat setempat dalam hal ini termasuk nilai-nilai Islam sebelum dijadikan sebagai Konstitusi Kerajaan. Sikap toleransi terhadap masuknya nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat local dan nilai- nilai agama yang positif merupakan strategi untuk menghindari konflik dan penolakan masyarakat terhadap ajaran itu. Misalnya Konsitusi pada Kerajaan / kesultanan Buton yang diproklamirkan pada masa Sultan Buton IV DAYANU IKSANUDDIN(1597- 1631 M) yang mesakukan nilai-nilai Islam. Konstitusi Kesultanan Buton itudikenal dengan Martabat Tujuh. DAYANU IKHSANUDDIN adalah cucu LA KILAPONTO dari putrinya PARAMASUNI yang bersuamikan LA SIRIDATU.
Menurut A.E. saidi dalam makalahnya pada Simposium Internasionel Pernaskahan Nusantara IX di Baruga Keraton Buton 5 - 8 Agustus 2005, Martabat Tujuh di Undangkan oleh Sapati LA SINGGA pada tahun 1610 M di depan Masjid Agung Keraton. Inti dari Konstitusi Martabat Tujuh yaitu ; 1) Pomae-maeyaka; 2) Popiara-piara 3) Po maa-maasiaka. 4) Poangka-angkataka. Keempat nilai dasar dari Konstitusi martabat Tujuh memiliki makna yang sama dengan apa yangdiajarkan oleh Raja Muna VI SUGI MANURU pada tahun 1438 M. Demikian pula tatanan pemerintahan yang dianut kesultanan Buton seperti yang termuat dalam Martabat Tujuh juga merupakan sisten dan tatanan pemerintahan yang diterapkan oleh Kerajaan Muna sejak jaman SUGI MANURU Raja Muna VI ( Baca; Sugi Manuru ) .
Selain alhi di bidang Tata Negara, LAKILAPONTO juga piawai dalam bidangdiplomasi serta ahli dalam strategi perang. Kemampuan diplomasi LA KILAPONTO dibuktikan dengan dapat mendamaikan konflik dua kerajaan besar di jazirah Pulau Sulawesi bagian Tenggara yaitu kerajaan Konawe dan Mekongga. Konflik kedua kerajaan tersebut telah berlangsung lama dan telah banyak menelan korban nyawa dan harta. Oleh LA KILAPONTO konflik tersebut diselesaikan hanya dalam waktu delapan hari, sehingga di kedua kerajaan tersebut LA KILAPONTO di beri gelar HALUOLEO yang artinya delapan hari. Karena sukses mendamaikan konflik tersebut, LA KILAPONTO dinikahkan dengan Putri Raja Konawe yang bernama ANAWAY ANGGUHAIRAH serta dinobatkan menjadi Raja Konawe.
Sebagai mana kerajaan-kerajaan kuno lainnya, LA KILAPONTO menjalankan strategi diplomasinya melalui perkawinan. Dalam beberapa sejarah ditulis selama hidupnya La Kilaponto melakukan perkawinan sebanyak 5 kali, berturut-turut putri yang dikawininya adalah :
<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>WA TAMOIDONGI ( Putri Raja Buton V LA MULAE)
<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>WA ANAWAY ANGGUHAIRAH ( Putri kerajaan Mekongga )
<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Putri raja Jampea
<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Putri Raja selayar OPU MANJAWARI
<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>WA SAMEKA ( Putri Sangia YI TETE )
Dari masing-masing perkawinannya tersebut, LA KILAPONTO/SULTAN KAIMUDDIN KHALIFATUL KHAMIS/SULTAN MURHUM memperoleh putra dan putri yaitu :
<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>perkawinan dengan WA TAMPOIDONGI tidak memperoleh anak
<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>perkawinan dengan ANAWAI ANGGUHAIRAHmemperoleh 3 orang puteri yaitu WA ODE POASIA, WA ODE LEPO-LEPOdan WA ODE KONAWE.
<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>perkawinan dengan putri raja Jampae memperoleh 1 orang putera yang bernama LA TUMPARASI (Sangia Boleko)
<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>perkawinan dengan putri raja Selayar memperoleh 1 orang putera yang bernama LA SANGAJI (Sangia Makengkuna)
<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Perkawinan dengan Wa Sameka memperoleh 4 orang puteri yaitu Paramasuni (istri LA SIRIDATU putra Raja Batauga), Wasugirampu (istri LA GALUNGA cucu Raja Buton V), WABUNGANILA(istri LA KABAURA putra raja Batauga) dan WABETA (istri LA SONGO raja Kambe-kambero)
Sedangkan kemampuan strategi perangnya dibuktikan saat menumpas pemberontakLA BOLONTIO yang berasal dari TobeloLABOLONTIO terkenal sakti dan sangat kejam sehingga Kerajaan Buton tidak mampu lagi menghadapinya. Raja Buton saat itu LA MULAE dan segenap rakyatnya telah putus asa sehingga memaksa dia membuat sayembara. Isi dari sayembara tersebut adalah barang siapa yang dapat menumpas pemberontakan Labolontio akan dikawinkan dengan salah satu putri Raja yang bernama WA TAMPOIDONGIWA TAMPOIDONGI terkenal sangat cantik dan menjadi rebutan petinggi-petinggi Kerajaan Buton dan kerajaan-kerajaan tetangga.
Sayembara yang dibuat oleh Raja Buton LA MULAE tersebut mengundang minat satria-satria di kerajaan tetangga untuk ambil bagian. Mereka sangat tertarik untuk mempersunting putrid Raja yang kecantikannya sudah terkenal di mana-mana. Salah seorang petinggi kerajaan tetangga yang mengikuti sayembara tersebut adalah Raja Selayar dan Raja Jampea.
Sudah sekitar satu tahun sayembara dibuka, para peserta sayembara telah mengeluarkan segala kemampuannya, namun tidak ada satupun dari satria-satria yangikut dalam kompetisi tersebut yang dapat menumpas Labolontio. Bahkan Labolontio dan pasukannya semakin merajalela dan telah menguasai beberapa wilayah Kerajaan Buton . Bukan saja itu bahkan Labolontio sudah mengancam kerajaan-kerajaan tetangga Buton termasuk Kerajaan Muna.
Kabar semakin mengganasnya Labolontio dan pasukannya ikut meresahkanLAKILAPONTO yang baru saja dilantik menjadi Raja Muna VII. Olehnya itu LAKILAPONTO meminta saran dari Ayahandanya SUGI MANURU dalam menyikapi ancaman tersebut. Setelah mendengar masukan-masukan dariLAKILAPONTO dan beberapa petinggi kerajaan, SUGI MANURU Raja Muna VI menyarankan pada LA KILAPONTO untuk segera pergi ke Buton, menumpasLABOLONTIO sekaligus menyelamatkan Negeri Buton dari kehancuran. Jadi keikutsertaan LAKILAPONTO dalam menumpas LABOLONTIO bukan untuk mengikuti sayembara yang dibuka oleh Raja LA MULAE tetapi melakukan misi Kerajaan Muna untuk menyelamatkan Negeri Muna dari ancaman LABOLONTIOsekaligus menyelamatkan Negeri Buton.
Sesampainya di Buton dengan tanpa terlebih dahulu menghadap pada Raja LA MULAE, LA KILAPONTO langsung menyusuri pantai, mencari LABOLONTIO,orang yang telah yang membuat Raja Buton dan segenap rakyatnya kalang kabut dan tidak berdaya. Selain itu aksi yang dilakukan LABOLONTIO dalam melakukan terror pada kerajaan Buton juga meresahkan Kerajaan-kerajaan lain yang bertetangga dengan Buton termasuk Muna. Sebagai Raja yang lagi berkuasa di Kerajaan MunaLA KILAPONTO bertanggung jawab untuk segera menghentikan sepak terjangLABOLONTIO agar tidak meluas di Kerajaan Muna. Dalam hitungan hari saja LA KILAPONTO sudah menemukan LABOLONTIO hingga terjadi adu tanding.
Dalam pertarungan di pasisir Kerajaan Buton, LABOLONTIO di buat bertekuk lutut bahkan mati ditangan LA KILAPONTO. Sebagai bukti telah membunuhLABOLONTIOLA KILAPONTO membawa kepala LA BOLONTIO di hadapan Raja Buton LAMULAE. Maksud LAKILAPONTO menghadap Raja LA MULAE adalah untuk menyampaikan bahwa Kerajaan Buton saat ini telah aman sebab pengacau keamanan telah berhasil di bunuhnya sekaligus berpamitan untuk pulang ke Muna meneruskan tugasnya sebagai Raja Muna. LA KILAPONTO tidak menuntut apapun dengan apa yang telah di lakukannya. LA KILAPONTO berpikir misinya menumpas LABOLONTIO selain membantu kerajaan Buton yang berada dalam ambang kehancuran, juga menjaga keamanan dan kedaulatan Kerajaan Muna dari gangguan pihak luar.
Lain dengan Raja Buton LA MULAE dan segenap rakyatnya, LA KILAPONTOoleh mereka dianggap telah berjasa menyelamatkan Kerajaan Buton dari gangguan keamanan. Untuk itu LABOLONTIO berhak mendapatkan hadia seperti isi dari sayembara yang telah dibuat Raja LA MULAE. Sebagai Raja, LAMULAE harus tetap konsisten menjalankan apa yang telah diucapkan. Untuk itu pernikahan antaraLAKILAPONTO dan Putri Raja WA TAMPOIDONGI tetap harus dilaksanakan.
Dengan rasa berat dan penghargaan terhadap Raja Buton LAMULAE, akhirnyaLAKILAPONTO menerimah untuk dinikahkan dengan putrid raja seperti isi sayembara yang di buat Raja LAMULAE. Namun demikian LA KILAPONTOtetap mengajukan syaraat bahwa setelah pernikahan dilaksanakan dia tetap kembali ke Kerajaan Muna untuk menjalankan tugasnya sebagai Raja Muna. Persyaratan itu diterimah dan pernikahan keduanya pun dilaksanakan. Setelah prosesi pernikahan dilaksanakan LA KILAPONTO langsung berpamitan untuk Kembali Ke Kerajaan Muna sedangkan isrinya di tinggal di Kerajaan Buton bersama Orang tuanya.
Belum cukup satu tahun Menjalankan pemerintahanya sebagai Raja Muna setelah menumpas LABOLONTIO, Raja Buton V LA MULAE meninggal dunia. Karena raja LA MULAE tidak memiliki anak Laki-laki, maka petinggi-petinggi Kerajaan Buton bersepakat untuk mengangkat LA KILAPONTO sebagai Raja Buton VI menggantikan LA MULAE. Kesepakatna para petinggi Kerajaan Buton tersebut kemudian di sampaikan pada LA KILAPONTO dengan cara mengutus beberapa utusan untuk datang ke kerajaan Muna. Awalnya LA KILAPONTO merasa sangat berat menerima kesepakatan yang telah dibuat oleh para petinggi Kerajaan Buton untuk menjadi Raja di kerajaan Buton, karena saat itu LA KILAPONTO sedang menjadi raja di kerajaan Muna dan Kerajaan Konawe.
Atas saran Ayahandanya dan melalui pertimbangan yang matang, akhinya LA KILAPONTO mau menerima untuk menjadi Raja di Kerajaan Buton. Dengan diterimahnya menjadi Raja Buton, maka secara otomatis pada saat itu LA KILAPONTO menjadi Raja di tiga kerajaan besar di Sulawesi Tenggara yaitu Kerajaan Buton, Kerajaan Muna dan Kerajaan Konawe, karena itulah oleh masyarakat Muna LA KILAPONTO mendapat gelar Omputo Mepokonduaghoono Adhatiartinya orang yang mengawinkan adat.
Pada sebuah hikayat disebutkan, saat LA KILAPONTO menjadi Raja di Kerajaan Muna, Buton dan Konawe, kerajaan-kerajaan lainya yaitu Kerajaan kaledupa, Kerajaan Mokole dan Mekongga ikut menggabungkan diri dibawa kekuasaan LA KOLAPONTO, sebagai mana kutipan berikut Adapun tatkala Murhum menjadi raja di Negeri Buton ini, tatkala dikaruniai Murhum, maka menjadilahsekalian Negeri, karena ia raja La Kilaponto membawahi negeri yang besar yaitu Buton dan Wuna, jadi ikut sekalian negeri seperti kaledupa dialihkan, Mekongga dialihkan, dan kabaena di Alihkan. Maka sekalian negeri pun dialihkan oleh Murhum ( Koleksi Belanda, hal 1 ).
Selama tiga tahun LAKILAPOTO menjadi raja di lima kerajaan tersebut, nilai-nilai Islam yang seberbakan seorang Ulama dari Arab SYEKH ABDUL WAHID dan di bantu seorang imam dari Patani yang bernama FIRUS MUHAMMAD mulaimempengaruhi istana Kesultanan Buton. Setelah Islam diterima di Istana danLAKILAPONTO telah memeluk Islam, maka pemerintahan Buton berubah menjadi kesultanan dan LAKILAPONTO dilantik menjadi Sultan dengan bergelar SultanMURHUM/ SULTAN KAIMUDDIN KHALIMATUL KHAMIS.
Menyusul berubahnya Buton menjadi Kesultanan (948 H/ 1542 M ),LAKILAPONTO kemudian menyerahkan jabatannya pada kerajaan-kerajaan lainnya. Misalnya di Kerajaan Muna, LAKILAAPONTO menyerahkan jabatannyakepada adiknya LA POSASU untuk menjadi Raja Muna VIII. sedangkan dikerajaan-kerajaan lainnya tidak ada data yang pasti bagai mana proses penyerahannya. Namunyang pasti pada saat itu juga Kerajaan Konawe dan kerajaan-kerajaan lainya yang pernah di pimpin LAKILAPONTO telah memiliki raja sendiri-sendiri. WalaupunLAKILAPONTO pernah memimpin kerajaan-kerajaan tersebut, namun setelah dia melepaskan jabatannya, LAKILAPONTO tetap mengakui kerajaan-kerajaan tersebutsebagai Negara merdeka dan berdaulat.
Setelah LAKILAPONTO Menjadi SULTAN di Kesultanan Buton dan adiknya LA POSASU menjadi Raja Muna VIII, kedua bela pihak mengadakan perjanjian. Isi dari perjanjian tersebut adalah wilayah kerajaan Muna bagian Selatan yang terdiri dariMawasangka dan GU diserahkan ke Buton. Sebagai gantinya, Wialayah pesisir Barat Buton bagian Utara yaitu Wakorumba dan Kambowa diserahkan pada Muna. Termasuk dalam perjanjian itu kesepakatan untuk saling membantu dan bekerja sama bila kedua kerajaan menghadapi situasi pelik, termasuk ancaman dan intervensi dari luar ( La kimi- Sejarah Muna, Jaya pres Raha).
Hubungan persaudaraan di antara kedua Kerajaan- kerjajaan yang pernah dipimpin oleh LA KILAPONTO, terjalin hangat selama kurang lebih 3,5 abad. Namun, Setelah Kesultanan Buton bekerja sama dengan Kolonial Belanda dan dalam kerangka politik pecah belah, pemerintah kolonial Belanda bersama Sultan Buton LA ODE FALIHI, secara sepihak membuat perjanjian yang disebut Korte Verklaring pada 2 Agustus 1918 (Jules Couvreur , Sejarah dan Kebudayaan Kerajaan Muna- Artha Wacana Press, Kupang, Nusa Tenggara Timur, 2001).
Perjanjian sepihak tersebut tidak pernah diakui oleh Raja Muna. perlawanan terhadap perjanjian Korte Verklaring ditunjukan oleh raja Muna LA ODE DIKA gelarOMPUTO KOMASIGINO yang tidak mematuhi perjanjian tersebut termasuk membayar pajak kepada Sultan Buton seperti yang diatur dalam perjanjian Korte Verklaring . Raja Muna LA ODE DIKA juga tidak mau tunduk saat bertemu dengan Sultan Buton. Bahkan LA ODE DIKA mengangkat telunjuknya seakan mengancam saat bertemu dengan Sultan Buton di Istana Sultan Buton. Sikap RajaLA ODE DIKA tersebut oleh Sultan Buton di adukan kepada penguasa colonial Belanda di Makassar. Akibatnya LA ODE DIKA di pecat kemudian penguasa colonial Belanda di makkasar menunjuk LA ODE PANDU sebagai Raja Muna menggantukan LA ODE DIKA.
LA KILAPONTO / SULTAN MURHUM / SULTAN KAIMUDDIN KHALIFATUL KHAMIS Putra Raja Muna SUGIMANURU Yang Agung mengakhiri masa pemerintahannya di Kesultanan Buton karena wafat tahun 1584 setelah memerintah lebih kurang 46 tahun ( sebagai raja Buton VI selama 3 tahun dan sebagai Sultan I selama 43 tahun ), dan menjadi Raja Muna selama tiga tahun ( (1488- 1491 M ),. Setelah LA KILAPONTO / SULTAN MURHUMIN / SULTAN KAIMUDDIN KHALIFATUL KHAMIS meninggal dunia, Sara Kesultanan Buton memilih LA TUMPARASI (Sangi Boleka) Putranya dari perkawinannya dengan Putri Raja JAMPEA ( Suku Bajo ? ) sebagai sultan Buton II dan dilantik pada tahun itu juga.